Latest Posts

8 Oktober 2010

Hari Pertama di Korea

Hari pertama setelah tiba di Korea, Pacul berjalan-jalan melalui sebuah lorong remang-remang. Di tengah perjalanannya itu, dia melihat sesuatu yang agak aneh dan bikin ragu karena berbeda dengan yang ada di Cilacap. Bentuknya seperti kotoran, tapi kok keliatannya enak. Apalagi di musim gugur yang mulai dingin ini, sesuatu yang anget kebul-kebul tampak mengundang selera.

Dengan penuh rasa penasaran, Pacul mengambil keputusan untuk mengamati benda itu lebih dekat.

“Bentuknya kayak taik.”
Lalu dia pegang kotoran itu, dan dia berkata, “Kok lembeknya mirip taik ya..?”
Terus dia colek sedikit dan diendus, “Anget, tapi baunya juga mirip taik.”
 
Tapi Pacul ini masih ragu-ragu, dia pun mengambil keputusan untuk menjilat sedikit benda tersebut. Begitu selesai menjilat, dia pun menjerit… “Memang taik..! Untung ga keinjek..!!!”

lanjuuut...

23 Agustus 2010

Lagi Lagi Rindu

Lagi-lagi rindu mengusik ku di keheningan
berbaris rapi dengan sepi yang membuncah di kesunyian

gema suaramu masih saja terngiang
meski hanya serupa bisik yang kadang ku putar ulang

“kamu ngomong apa sih, ga kedengeran!”

kamu membalasnya dengan senyuman.
ah, makin rindu saja ku rasa meski kita sedang asik berceloteh riang

perjamuan kecil sebelum mimpi menenggelamkan alam sadar kita ke ujung pagi yang remang

kamu..... kenapa tiap kali sepi mengusik berbalut manja
aku hanya ingin mencarimu saja..
bukan yang lain nya
lanjuuut...

Cerita kau dan aku

Aku masih saja menulis banyak cerita tanpa pernah bertanya mau mu apa
sibuk sendiri mengukir memory sementara kamu mulai tak peduli:hambar-hambar saja

iya, aku memang tak kehilangan kamu
tapi rasanya sulit menerima bahwa rasa sudah tak lagi seperti semula

kamu sudah terbiasa
sedangkan aku, masih berdiam di tempat semula: tak bergerak kemana-mana

lalu apa aku harus menyalahkan keadaan yang membuat langkah kita melebar?

atau

haruskah aku beranjak dari sisimu tanpa meninggalkan sedikit saja cerita manis untuk di kenang?

aku terlalu banyak merangkai kata
tanpa sadar alinea ku mulai kehilangan makna

aku harus bagaimana?
mengartikan diam yang menengahi kita...
lanjuuut...

29 Juli 2010

Sore Yang Suram

"Apa kau sayang padaku?"

"Kau yang tidak sayang padaku, rinduku bertumpuk, tapi kau seperti datar saja menanggapinya, hambar..!"

"Kenapa kau selalu tidak percaya dengan apa yang aku katakan?"

"Bagaimana aku bisa percaya? Apa yang kau tulis dalam suratmu dan apa yang kau lakukan sekarang sangatlah berbeda..! Boro-boro berharap kau bersikap mesra padaku, kau malah seperti tidak menginginkan aku.."

lanjuuut...